Monday, August 29, 2011

Ketika Jiwa Kembali Fitri.

Suatu saat malaikat Jibril as datang menjumpai Rasulullah Muhammad SAW untuk menyampaikan wahyu Allah SWT. Saat berpamitan, malaikat Jibril as berkata,” Ya Rasulallah, sebentar lagi Khadijah akan datang kepadamu dengan membawa makanan, lauk pauk dan minuman. Apabila dia datang nanti, sampaikan salam Allah dan salamku untuknya. Kabarkan kepadanya bahwa Allah telah menyiapkan sebuah istana yang terbuat dari permata untuknya. Sebuah istana yang sejuk dan damai.”
            
Pasti ada yang luar biasa dengan ibunda Khadijah sehingga mendapat salam dari Allah dan malaikatNya. Pasti ada yang dahsyat dari ibunda Khodijah sehingga mendapat istana di sorga pada saat beliau masih hidup di dunia. Beliau adalah manusia yang  membina jiwanya sedemikian rupa hingga mampu meninggalkan kebiasaan manusia biasa. Beliau mampu mengelola dirinya sehingga dapat melesat melampaui wilayah kemanusiawiannya. Beliau manusia yang bermutu malaikat. Beliau hidup di dunia tapi begitu disegani oleh penghuni langit.
           
Memang ada yang unik dengan jiwa kita. Di dalamnya ada rasa cinta sekaligus rasa benci. Ada rasa peduli ada pula rasa dengki. Ada rasa sayang selain rasa marah. Sehingga pernah membenci sesuatu, pernah dengki terhadap seseorang dan pernah marah kepada orang lain adalah wilayah kemanusiawian kita. Islam memperbolehkan kita berhenti sejenak di wilayah ini.
           
Ketika sejenak berada di wilayah ini, kita harus sadar bahwa kita harus segera keluar dari wilayah ini. Kita harus bergerak cepat menuju wilayah manusia yang luar biasa. Di dalam wilayah manusia yang luar biasa ini kita justru harus tinggal lebih lama. Karena itulah jika kita marah, jangan sampai meluapkan amarah kita. Apabila itu yang terjadi berarti kita hanyalah manusia biasa. Seharusnya ketika marah, kita harus sadar bahwa saat itu kita sedang marah dan selanjutnya kita mampu mengelola rasa marah kita itu dengan mengambil air wudhu’ dan salat 2 rakaat. Apabila itu yang kita lakukan berarti kita saat itu bukan manusia biasa. Saat itu kita adalah manusia yang luar biasa karena mampu melampaui salah satu wilayah kemanusiawian kita.

Alhamdulillah, selama bulan Ramadhan kita telah dilatih untuk dapat berada di wilayah ini sesering mungkin. Setelah melalui bulan penuh rahmat itu, hati kita menjadi begitu bening. 

Hanya ada rasa cinta, kasih sayang dan  peduli di hati. Jiwa kita juga menjadi begitu fitri. Ketika jiwa kembali fitri, maka kita akan begitu mudah meminta maaf apabila berbuat salah. Kita juga akan merasa begitu ringan untuk memaafkan seseorang yang berbuat salah kepada kita. Di hari yang fitri ini, ketika jiwa kembali fitri saya mengucapkan Taqobbalallahu minnaa wa minkum. Minal ‘aidzin wal faizin. Mohon maaf lahir & batin.

Oleh. Ustad Hammy (Suryabaa Post Inline) 

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More